Nagari Digital menjadi langkah awal Nagari Sungai Antuan di Kabupaten Lima Puluh Kota dalam memperkuat ekonomi melalui pemanfaatan teknologi. Program ini digelar oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Sumatera Barat dengan melibatkan kelompok tani dan pelaku UMKM setempat.
Nagari Sungai Antuan dipilih sebagai lokasi kegiatan bertajuk “Membangun Nagari Digital” yang berlangsung di Aula Kantor Wali Nagari Sungai Antuan. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pemerintah provinsi untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, khususnya pada sektor pertanian dan UMKM.
Acara dibuka dengan paparan dari Nurkholis Datuak Bijo Dirajo, Plt. Kabid IKP Diskominfotik Sumbar Defi Astina, serta sambutan dari Wali Nagari Sungai Antuan, Rafles. Ketiganya menekankan pentingnya pemahaman teknologi sebagai kunci pembangunan ekonomi nagari.
Nurkholis Datuak Bijo Dirajo menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari keinginan pemerintah agar masyarakat nagari mampu memanfaatkan teknologi digital dalam aktivitas ekonomi. Ia menegaskan bahwa penggunaan platform digital dapat memperluas interaksi dan jaringan usaha hingga ke luar daerah.
Menurutnya, pemerintah ingin memastikan digitalisasi berjalan hingga tingkat paling bawah agar seluruh masyarakat bisa ikut merasakan manfaatnya.
Plt. Kabid IKP Diskominfotik Sumbar, Defi Astina, menegaskan bahwa pertanian dan UMKM adalah tulang punggung ekonomi Sumatera Barat. Berdasarkan data PDRB 2024, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 21,34 persen, sementara UMKM berkontribusi sekitar 34,8 persen. Ia menilai angka tersebut harus diimbangi dengan transformasi digital agar kedua sektor semakin efisien dan berdaya saing.
Defi menjelaskan bahwa Diskominfotik Sumbar terus mendorong peningkatan keterampilan digital, mulai dari sistem pencatatan data produksi terintegrasi hingga penyediaan platform digital untuk memperluas akses pasar. Digitalisasi, katanya, menjadi fondasi penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berbasis inovasi.
Wali Nagari Sungai Antuan, Rafles, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa kemampuan menguasai teknologi digital menentukan keberhasilan kelompok tani dan UMKM dalam menghadapi persaingan modern.
“Zaman sudah serba digital. Kita harus bisa memanfaatkan teknologi agar produk pertanian dan UMKM bisa berkembang lebih luas,” ujarnya.
Melalui program ini, masyarakat Nagari Sungai Antuan diharapkan menjadi bagian dari gerakan digitalisasi Sumatera Barat serta mendukung program nasional yang menempatkan petani dan UMKM sebagai garda terdepan ekonomi rakyat. Nagari ini juga diharapkan mampu menjadi contoh nyata transformasi digital di tingkat nagari.





